Lompat ke konten

KUBET – 5 Mantan Bomber Tajam MU yang Jadi Pelatih, Adakah yang Sukses?

5 Mantan Bomber Tajam MU yang Jadi Pelatih, Adakah yang Sukses?


5 Mantan Bomber Tajam MU yang Jadi Pelatih, Adakah yang Sukses?

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer (c) AP Photo

Bola.net – Beberapa mantan penyerang tajam Manchester United memutuskan terjun ke dunia kepelatihan. Mereka mencoba peruntungan sebagai manajer setelah pensiun.

Menjadi pelatih bukan tugas mudah, bahkan bagi mantan pemain hebat. Tidak semua dari mereka mampu meraih kesuksesan di pinggir lapangan.

Beberapa eks striker United mampu membuktikan diri sebagai pelatih yang kompeten. Namun, ada juga yang kesulitan dan gagal mencapai ekspektasi.

Menarik untuk melihat perjalanan karier mereka setelah gantung sepatu. Berikut beberapa mantan bomber MU yang kini berprofesi sebagai pelatih.


1 dari 4 halaman

1. Wayne Rooney

1. Wayne Rooney

Pelatih Plymouth, Wayne Rooney (c) Instagram/only1argyle

Wayne Rooney memulai karier kepelatihannya di Derby County pada 2020 sebagai pemain-manajer sebelum menjadi manajer penuh. Ia hampir menyelamatkan Derby dari degradasi meski klub menghadapi masalah finansial.

Setelah meninggalkan Derby pada 2022, Rooney melatih D.C. United di MLS tetapi gagal membawa tim ke babak playoff. Ia kembali ke Inggris pada 2023 untuk menangani Birmingham City, namun dipecat setelah hasil buruk.

Rooney kemudian ditunjuk sebagai manajer Plymouth Argyle pada 2024, tetapi kembali gagal menunjukkan performa yang konsisten. Ia dipecat pada 31 Desember 2024 sehingga meninggalkan tanda tanya atas masa depannya di dunia kepelatihan.

2 dari 4 halaman

2. Ruud van Nistelrooy

2. Ruud van Nistelrooy

Pelatih Leicester City, Ruud van Nistelrooy (c) AP Photo/Rui Vieira

Ruud van Nistelrooy memulai karier kepelatihannya di akademi PSV sebelum menjadi pelatih kepala pada 2022. Di musim pertamanya, ia sukses membawa PSV meraih KNVB Cup dan Johan Cruyff Shield.

Setelah meninggalkan PSV pada 2023, ia sempat ditunjuk sebagai manajer interim Manchester United. Namun, ia tidak dipermanenkan dan kemudian menerima tawaran untuk melatih Leicester City.

Di Leicester, Nistelrooy menghadapi kesulitan dalam menjaga performa tim. Klub terus meraih hasil buruk sehingga membuat masa depannya sebagai manajer penuh tanda tanya.

3 dari 4 halaman

3. Robin van Persie

3. Robin van Persie

Pelatih Feyenoord, Robin van Persie. (c) AP Photo/Peter Dejong

Robin van Persie memulai karier kepelatihannya di Feyenoord sebagai asisten dan pelatih tim muda. Ia kemudian menjadi pelatih kepala Heerenveen pada musim 2024/2025, tetapi hasilnya kurang memuaskan.

Setelah 26 pertandingan bersama Heerenveen, Van Persie kembali ke Feyenoord sebagai pelatih kepala pada Februari 2025. Ia menggantikan Brian Priske dan menandatangani kontrak hingga 2027.

Debutnya bersama Feyenoord berakhir imbang tanpa gol melawan NEC pada 1 Maret 2025. Beberapa hari kemudian, ia mengalami kekalahan 0-2 dari Inter Milan di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

4 dari 4 halaman

5. Mark Hughes

5. Mark Hughes

Pemandangan lapangan dan tribun penonton di stadion Old Trafford. (c) AP Photo/Jon Super

Mark Hughes memulai karier kepelatihannya sebagai manajer timnas Wales pada 1999. Ia hampir membawa Wales lolos ke Euro 2004 sebelum meninggalkan jabatannya pada 2004.

Setelah itu, Hughes melatih beberapa klub Premier League, termasuk Blackburn Rovers, Manchester City, Fulham, dan Stoke City. Kariernya di City berakhir pada 2009, digantikan oleh Roberto Mancini.

Hughes kemudian menangani beberapa klub lain seperti QPR, Southampton, dan Bradford City. Meski berpengalaman, ia kesulitan mempertahankan kesuksesan di level tertinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *